Aku begitu lemah dan tak mampu menatap wajahnya ketik melihat keadaanya terkapar begitu...ohhhh sungguh..mungkin ini cobaan untukku jg untuknya.. Aku menolehkan wajahku ke arahnya. Aku memberikan senyum termanisku untuknya.meskipun hatiku menitikkan airmata,,. Mungkin itu airmata tanda cintaku padanya..mengapa seperti ini Rabbi ??? inginku melihatnya kembali tersenyum dengan semangatnya yg selalu menemaninya..
semoga cepat sembuh..doaku untukmu..
Ketika Bahasa Lisan Tak Mampu Ku Urai, Biarkan Tulisan Ini Melukiskan Apa Yang Tak Mampu Ku Ungkap
Rabu, 11 Juli 2012
Minggu, 08 Juli 2012
Teruntukmu Rurin dan masa lalu
Kukatakan kepadanya,
aku hanya ingin merangkai masa depan …
Kata-katanya yang
masih kusimpan, begitu menenangkan … “Itu hanya masa lalu dan saatnya menatap
masa depan.”
ia memang
bagian dari masa laluku … aku menghargai itu, semoga tiada niat lain selain
hanya untuk meyakinkan diri ini dan silaturahmi …
aku masih
memegang ucapanmu bagaimana seharusnya memperlakukan aku … semoga bisa mengerti dan memahami serta bisa membaca sikapku kepadamu …
semoga menyadari
itu …
“Aku mengenalmu melalui tali persaudaraan
*) “Menandakan bahwa
aku begitu mengagumi dan menghargaimu …”
Semoga tidak menyalah-artikannya
...
Langganan:
Komentar (Atom)