Senja di langit makassar kali ini, aku ingin sedikit bernyanyi menyanyikan lagu dengan nada sumbang dan biarkan aku sendiri yang mendengarkan. Aku tak bisa melakukannya dengan merdu, tak juga mampu bersenandung dengan baik. yang hanya bisa kulakukan hanya duduk diantara jeda setiap detik waktu senja makassar. Kau yang entah keberadaannya terekam jelas dikepala, sesekali kumenatap langit di luar jendela berkaca. Bibirku perlahan mengumamkan syair nama patah demi patah. Nyanyian begitu halus dan tak terdengar. Senyum setiap berhenti pada bait yang melafalkan kenangan tentang masa silam, kuhanya menghela nafas dan kuulangi nyanyian sumbangku sekali lagi hingga malam menghampiriku disini, sendiri.
| Tweet |
