Kukatakan kepadanya,
aku hanya ingin merangkai masa depan …
Kata-katanya yang
masih kusimpan, begitu menenangkan … “Itu hanya masa lalu dan saatnya menatap
masa depan.”
ia memang
bagian dari masa laluku … aku menghargai itu, semoga tiada niat lain selain
hanya untuk meyakinkan diri ini dan silaturahmi …
aku masih
memegang ucapanmu bagaimana seharusnya memperlakukan aku … semoga bisa mengerti dan memahami serta bisa membaca sikapku kepadamu …
semoga menyadari
itu …
“Aku mengenalmu melalui tali persaudaraan
*) “Menandakan bahwa
aku begitu mengagumi dan menghargaimu …”
Semoga tidak menyalah-artikannya
...
| Tweet |
siapa tuh??
BalasHapusbukanji siapa2..
BalasHapus